Heartbeat



              Didekapnya gadis kecil itu dalam pelukannya. Pelukan hangat seorang ibu menyelimuti seluruh tubuh gadis kecil itu. Didekatkannya telinga gadis kecil itu didada ibunya. Musik terindah yang pernah didengar. Melebihi lantunan biola dan dentingan piano yang dimainkan dengan teramat indah. Suara degup jantung itu membuat gadis kecil tersebut berlayar ke alam bawah sadarnya yang indah.
***
17 years later...
            “Hani-ah!”. Panggil sebuah suara dari luar ruang musik. Terdengar kecemasan dalam suara gadis itu. Terengah gadis berkacamata itu mencolek pundak Hani yang tengah sibuk mempelajari notasi balok didepannya dengan biola.
            “Ada apa, Sungin-ah?”. Toleh gadis bernama Hani itu dan menemukan wajah kawannya pucat penuh kecemasan.
            “Ibumu...”
***
            Gadis bernama Hani itu berlari berdampingan dengan Sungin. “Nyonya Hwang?”, tanya Hani. Peluh menghiasi wajahnya.
            “Diruang ICU. Namun-“
            “Terima kasih”. Hani memotong pembicaraan seorang dibalik meja administrasidan berlari keruangan yang telah diberitahukannya.
            “Eomma?”. Gadis itu perlahan memasuki ruangan ibunya. Ditemukannya sesosok wanita berumur 42 tahun terkulai lemah dengan mata tertutup dan beberapa alat bantu melekat ditubuhnya.
            Hani hanya menatap nanar ibunya yang terbaring diatas ranjangnya. Didekatinya tubuh itu. Digenggamnya tangan lemas milik wanita itu. Hani hanya bergumam, menggumamkan lagu favorit ibunya. Sungin tak dapat berbuat banyak, ia hanya bisa memegang kedua pundak Hani seraya mengusapnya lembut dengan ibu jarinya. Menenangkannya.
            Dentingan mesin jantung menjadi satu-satunya suara yang terdengar. Muak, Hani mendekatkan telinganya kedada ibunya. Disanalah, didengarnya kembali musik favoritnya. Detak jantung ibunya.
            10 menit sudah Hani dalam posisi yang sama. Musik indah itu perlahan melemah, melemah, melemah, hingga hanya ada suara mesin jantung yang berbunyi panjang tanpa henti. Hani mendudukkan tegap tubuhnya dan tersenyum melihat wajah ibunya yang memberikan ekspresi bahagia. Beliau tersenyum.
            “Dan musik terindahku, telah berhenti disini”

Fin~

Komentar

Postingan Populer